Supaya Masyarakat Desa Tidak Menganggur, Menteri Desa Sarankan Begini

0
174
Sejumlah Menteri mengikuti Rapat Koordinasi Kesiapan Daerah dan Desa dalam Pelaksanaan Padat Karya Tunai di Grand Sahid Jaya Jakarta, Kamis (1/2).
Sejumlah Menteri mengikuti Rapat Koordinasi Kesiapan Daerah dan Desa dalam Pelaksanaan Padat Karya Tunai di Grand Sahid Jaya Jakarta, Kamis (1/2).

GAGASANACEH.COM – Penyaluran Dana Desa tahun 2018 sebesar Rp60 Triliun akan dibagikan dalam tiga tahap yakni bulan Januari, Maret, dan Juli. Mekanisme baru ini bertujuan untuk mempermudah pemantauan proses penyaluran dan pelaksanaan dana desa di setiap daerah, terutama pada 100 kabupaten dan 1000 desa yang menjadi prioritas program padat karya dan penanganan stunting tahun ini.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo menjelaskan, pembangunan dana desa dengan sistem padat karya atau cash for work dilakukan dengan mengalokasikan sebesar 30 persen dana desa untuk pembiayaan upah kerja, yang dibayar per hari dan maksimal per minggu, “katanya seusai mengikuti Rapat Koordinasi Kesiapan Daerah dan Desa dalam Pelaksanaan Padat Karya Tunai, di Grand Sahid Jaya Jakarta, Kamis (1/2).

Mendes Eko menyarankan, proyek dana desa tersebut dilaksanakan di sela antara musim tanam dan musim panen agar masyarakat desa tidak ada yang menganggur. “Kenapa kita sarankan di sela-selanya agar masyarakat desa tidak mencari kerja di tempat lain dan berurbanisasi ke kota,”ujarnya.

Menteri Eko melanjutkan, 30 persen dari Rp60 Triliun dana desa atau Rp18 Triliun yang digunakan untuk membayar upah kerja tersebut akan memberikan efek daya beli lima kali lipat atau sebesar Rp90 Triliun di desa. Hal tersebut akan berpengaruh pada peningkatan aktifitas ekonomi di desa.

“Di masa lalu masih ada proyek dana desa yang dikerjakan menggunakan kontraktor. Tahun ini harus swakelola. Karena kalau dikerjakan kontraktor, yang dapat upah bukan orang desa, akhirnya desa tidak mendapatkan uangnya. Kalau dengan sistem padat karya ini, dengan 30 persen dana desa untuk upah, masyarakat desa akan dapatkan (total) upah Rp18 Triliun,”sebutnya seperti dirangkum oleh gagasanaceh.com dari sumber Kemendesa, PDTT.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.