Ruslan Daud Minta Basarnas Tambah Armada Kapal SAR untuk Aceh

0
45
GAGASANACEH.COM - Wakil Rakyat Aceh di DPR RI Ruslan M Daud (HRD) meminta Badan Nasional Pencairan dan Pertolongan (BASARNAS) Pusat untuk menambah Alat Utama (Alut) Armada Kapal SAR untuk Aceh. Ruslan Daud menyatakan, saat ini Kantor Pencarian dan Pertolongan Banda Aceh hanya punya satu alat utama Armada Kapal SAR dengan panjang badan 40 meter. Kapal tersebut bersandar di dermaga pelabuhan Ulee Lheu Banda Aceh.
Ruslan M Daud Anggota DPR RI asal Aceh dari Partai PKB

GAGASANACEH.COM – Wakil Rakyat Aceh di DPR RI Ruslan M Daud (HRD) meminta Badan Nasional Pencairan dan Pertolongan (BASARNAS) Pusat untuk menambah Alat Utama (Alut) Armada Kapal SAR untuk Aceh.

Ruslan Daud menyatakan, saat ini Kantor Pencarian dan Pertolongan Banda Aceh hanya punya satu alat utama Armada Kapal SAR dengan panjang badan 40 meter. Kapal tersebut bersandar di dermaga pelabuhan Ulee Lheu Banda Aceh.

“Laut Aceh sangat luas tidak mungkin dapat dilayani dengan satu kapal saja,”kata HRD di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin, (18/11/2019).

Lebih lanjut, Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB  ini menjelaskan, laut Aceh sangat luas yang terdiri dari 3 zona yaitu zona Utara yang berbatasan langsung dengan negara India dan Thailand, zona Timur yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia dan pintu pelayaran di Selat Malaka dan zona Barat yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.

“Coba bayangkan berapa luas jangkauan kerja Basarnas Banda Aceh. Belum lagi tingkat kepadatan perairan Aceh sebagai pintu gerbang Selat Malaka yang dilintasi oleh ratusan kapal-kapal niaga,”ungkap HRD.

Pelayaran penumpang reguler di lintasan Banda Aceh – Ulee Lheue (Zona Utara) terdapat 6 kapal penumpang reguler yang berlayar setiap harinya, ditambah lintasan Meulaboh – Sinabang – Labuhan Haji – Pulo Banyak – Singkil (Zona Barat) terdapat 4 kapal penumpang yang juga berlayar setiap harinya.

Menurut HRD, di semua zona tersebut perlu disiagakan kapal SAR sebagai antisipasi, kesiap-siagaan dan respontime. Dengan zaona yang luas tersebut tidak mungkin hanya dilayani oleh satu Kapal.

Politisi PKB ini juga menguraikan tentang kapal-kapal nelayan yang begitu banyak disepanjang garis pantai Aceh, ada yang mencari ikan di dekat pantai, ada juga hingga puluhan mil dari pantai. Kapal-kapal nelayan ini juga sering terjadi musibah atau laka laut, dan ini menjadi tanggung jawab Basrnas untuk melayani kapal-kapal nelayan yang mengalami kecelakaan laut,” HRD.

Ruslan menjelaskan, selama ini Kapal SAR di Banda Aceh sering melaksanakan medical evakuation atau pelayanan medis yang diberikan ER Indonesia terhadap ABK kapal asing yang melintasi perairan Aceh.

Traffic kapal di perairan Aceh, paling padat di daerah Selat Malaka. Medical evacuation paling sering dilakukan di daerah perairan Banda Aceh, Aceh Besar, Bireuen, Lhokseumawe dan Aceh Utara.

“Saya atas nama wakil Rakyat Aceh di DPR RI meminta kepada Kepala Basarnas Pusat agar memprioritaskan penambahan Kapal SAR untuk Aceh,”demikian harapan Ruslan M Daud.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.