BerandaNewsRektor IAIN Lhokseumawe: SE Menteri Agama, Fokusnya Pengaturan dan Substansinya Kemaslahatan

Rektor IAIN Lhokseumawe: SE Menteri Agama, Fokusnya Pengaturan dan Substansinya Kemaslahatan

- Advertisement -

GAGASANACEH.COM ~ Lhokseumawe, Surat Edaran (SE) Menteri Agama nomor 5 tahun 2022 yang baru saja dikeluarkan, menuai banyak pro-kontra di masyarakat, terutama di kalangan umat Islam.

Hal ini juga direspons oleh Rektor IAIN Lhokseumawe, Dr Danial Sag MAg yang ditemui media ini. Menurutnya, SE ini harus direspons dengan pikiran yang jernih dan hati yang bening serta terlebih dahulu melakukan tabayun.

Ia melanjutkan, jika kita memahami SE tersebut secara utuh, maka akan menemukan beberapa poin penting. Pertama, SE tersebut mendukung adanya pengeras suara seperti speaker, toa di Masjid dan Musala sebagai media syiar Islam di tengah masyarakat.

Bahkan, SE itu juga meminta kepada pengurus masjid dan musala (takmir) untuk memastikan pengaturan akuistik secara baik agar memperoleh suara yang optimal, bagus dan tidak sumbang. Ini ditegaskan pada bagian pendahuluan dan ketentuan (poin A, C.2.b, dan C.4.a).

Menurutnya hal ini menunjukkan bahwa SE tersebut menyadari urgensi keberadaan pengeras suara masjid dan musala sebagai media syiar Islam. Artinya, tidak ada larangan penggunaan pengeras suara di Masjid dan Musala, tapi hanya pengaturan saja agar lebih optimal kemanfaatannya.

Kedua, untuk mewujudkan ketenteraman, ketertiban, dan kenyamanan bersama dalam masyarakat yang majemuk. Maka, dituntut kepada setiap warga negara untuk menjaga ketenteraman, ketertiban, dan kenyamanan bersama baik sesama warga (in-group) maupun antarwarga (out-group) dalam seluruh aspek kehidupan, tanpa kecuali dalam melaksanakan aktivitas ibadah.

Di sinilah pentingnya pedoman pengaturan pengeras suara di Masjid dan Musala yang ditujukan suara ‘ke luar’ (suara luar), sehingga syiar Islam tetap menggema tanpa mengganggu warga negara yang lain.

Maka, dalam SE lanjutnya diatur keberadaan pengeras suara ‘ke dalam’ dan ‘ke luar’. Jika ditilik secara holistik dan mendalam, dapat dipahami bahwa SE ‘hanya membatasi’ pengeras suara ‘ke luar’ saja, bukan ‘ke dalam’.

“Dengan demikian, setiap agama yang dipeluk oleh seluruh rakyat Indonesia betul-betul menjadi laksana air. Ia mencairkan kebekuan, menyuburkan perdamaian, menyegarkan kebaikan, menyejukkan kehidupan, dan mengalirkan kebahagiaan. Intinya SE tersebut fokusnya adalah pengaturan, dan substansinya adalah kemashlahatan”, pungkas Danial.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru

- Advertisement -

Related News

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.