Pupuk Langka di Kecamatan Sawang

0
199
Lahan persemaian padi

GAGASANACEH.COM – Petani di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara mengeluhkan kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi di kios-kios pengecer dan pedagang karena langka. Padahal saat ini para petani sangat membutuhkan pupuk karena sudah memasuki musim turun ke sawah.

Sejumlah petani yang ditemui gagagasan.com, mengharapkan kepada pemerintah untuk dapat segera mendistribusikan pupuk bersubsidi karena musim tanam padi sedang berlangsung,”harap Murtala.

Murtala menceritakan, ia sudah berusaha mencari pupuk subsidi ke sejumlah kios pengecer di kecamatan tetangga, kondisinya sama tidak menemukan adanya pupuk bersubsidi. Rata-rata kios hanya menjual pupuk nonsubsidi.

Produksi Pupuk Subsidi Berkurang

Direktur Utama PT Pupuk Iskandar Muda, Husni Achmad Zaki dalam konferensi pers, kemaren Kamis (2/1/2020) menyebutkan pabrik urea dan anomia milik PT PIM, sejak November 2019 hingga kini belum bisa beroperasi akibat pasokan gas tidak mencukupi.

Ia juga menjelaskan pada bulan Desember 2019 perusahaan PIM segaja tidak beroperasi karena tugas untuk memproduksi pupuk bersubsidi sudah terpenuhi. Sedangkan stok pupuk non subsidi juga masih tersedia.

Husni Achmad Zaki menyebutkan pada tahun 2019, pihaknya memproduksi pupuk urea sebanyak 337.863 ton dan amonia sebanyak 216.112 ton. Untuk realisasi penyaluran pupuk bersubsidi sebanyak 265.465 ton tersebut tersebar untuk seluruh provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi dan Kepulauan Riau.

“Jumlah produksi pupuk bersubsidi untuk Aceh sebanyak 55.900 ton pada tahun 2019 dan berkurang dari tahun 2018 sebanyak 80.687 ton. Sedangkan jumlah alokasinya turun sepertiga dari tahun lalu,” sebutnya.

“Kami hanya memproduksi pupuk subsidi sesuai dengan permintaan pemerintah,”sebut Dirut Utama Pupuk Iskandar Muda (PIM) Husni Achmad Zaki. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.