Dosen UIN Ar-Raniry Kritik Unsyiah Lewat Puisi

0
138

GAGASANACEH.COM, Banda Aceh, Dilansir dari Wasatha.com, salah seorang dosen senior Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry, Drs Baharuddin, AR,Msi membaca Puisi berjudul  “Jangan Kalian Koyak Jantung Hati” pada Kamis pagi (13/8) di lokasi pembangunan Pagar Unsyiah, tepatnya di depan Mushalla Fathun Mubin, Kopelma Darussalam.

Sejak dua hari terakhir, puisi buah karya Budayawan Aceh, Barlian AW tersebut tampak beredar luas di sosial media.

Dilaporkan Wasatha.com, Baharuddin AR membacakannya puisi itu dengan penuh penghayatan. Saat itu ia berdiri di dekat pagar beton yang sedang dikerjakan tukang.

Baharuddin sendiri adalah warga Kopelma Darussalam yang sama sekai tidak setuju atas kebijakan Unsyiah yang memagari kawasan kampus. Baharuddin melakukan protes dengan cara membaca puisi yang saat itu turut disaksikan oleh sejumlah pekerja bangunan.

Menurut dosen UIN Ar-Raniry ini, apa yang dilakukan Unsyiah adalah bentuk arogansi dan tidak menghargai sejarah Darussalam yang dibangun para tokoh Aceh pasca peristiwa Darul Islam.

Aksi baca puisi yang dilakoni Baharuddin AR sempat mengundang perhatian warga yang melintas di kawasan itu. Beberapa pengendara berhenti untuk menyaksikan pembacaan puisi yang penuh penghayatan.

Berikut puisi ungkapan keresanan Barlian AW yang dibacakan Baharuddin AR;

Jangan Kalian Koyak Jantung Hati

“Di persada tanah Iskandar Muda

Dibina kota pelajar megah

Digelar Darussalam sejahtera

Tempat para mahasiswa

Mari putera

Mari puteri

Bekerja sukadarma

Mari putera

Mari puteri

Membina kota mahasiswa”

Itulah

Mars Darussalam

Dulu kami nyanyikan dengan semangat

Tekun dan gegap gempita

Di lapangan tugu tempat Soekarno memahatkan tandatangannya

Di ruang ruang kuliah

Mengalir deras

Ke  bilik bilik hati anak negeri

Oh Jantung Hati

Bertahun tahun

menyatukan kami

Syiah Kuala dan Ar Raniry

Kini mars itu tak terdengar lagi

Hingga membuncah tamak dan dengki

Masing masing ingin mengurung diri

Sempadan tembok dan kawat duri

Demi kekuasaan di depan anak istri

Di sela sela kerisauan kami yang tali temali

Kemarin aku ke sana

Kusaksikan ego masing pertinggi

Aku malu sendiri

Sukma kampusku tak ada lagi

Tak mampu diajak  menyanyi

Gerah dan parau

Persengketaan

Keserakahan

Ketamakan

Teraduk dalam kuali

Kemanakah tumpah juadah jantung hati

Ah

Aku malu sendiri

Kueja potongan lirik abadi

Mari putera

Mari puteri

Jangankah kalian berkelahi lagi

Jangan kalian koyak koyakkan jantung hati kami

Apakah kalian tak punya naluri

Memang kalian tak tahu diri

Sumber Berita dan Foto: Wastha.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.