Petani Sumut Tiba di Riau

0
1946

GAGASANACEH.COM ~ Riau, Hari ini Rabu (8/7)  para petani Simalingkar dan Sei Mencirim Deliserdang yang melakukan aksi jalan kaki dari Medan menuju istana negara Jakarta telah tiba di Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Bagan Batu, Provinsi Riau.

Mereka telah berjalan kaki selama 15 hari kami dengan jarak tempuh 500 km. Ada pun total jarak tempuh yang akan mereka lalui lalui sepanjang 1812 km. Artinya mereka masih harus terus berjalan sepanjang 1312 km lagi untuk bisa  sampai ke istana negara Jakarta.

Dari aksi yang telah mereka lakukan selama 15 hari dan menempuh jarak 500 km hingga saat ini telah ada beberapa respons dari pemerintah pusat, di antaranya, wakil Mentri agraria, Komisi 2, Komisi 4, Komisi 6 DPR-RI, dan pihak-pihak tersebut merespons dengan sangat baik dan berjanji akan menyelesaikan kasus konflik agraria yang mereka alami.

Setelah mendapat respons dan kabar baik tersebut  hari ini mereka mengaku mendapat kabar yang tidak mengenakan dari desa Simalingkar A terkait  somasi yang dilakukan oleh pihak anak perusahaan PTPN2 yang bernama PT Nusa Dua Berkala. Inti dari somasi tersebut meminta para petani agar meninggalkan atau mengosongkan rumah dan lahan pertaniannya, meskipun tanah tersebut  telah ditempati dan dikelola sejak tahun 1951, sementara pihak perusahaan hanya memiliki Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang diterbitkan pada Maret 2020.

Menurut pengakuan para petani, PTPN 2 maupun anak perusahanya tidak pernah menguasai secara fisik lahan tersebut hingga saat ini.

“Tentu ini adalah kabar yang sangat memukul hati kami sebagai petani kecil yang saat ini sedang berjalan kaki dari Medan menuju Jakarta guna mencari keadilan dari negara. Di saat pemerintah pusat merespons akan menyelesaikan konflik dan permasalahan justru di lapangan PTPN2  dan anak perusahaan melakukan intimidasi secara masif dan terus menerus,” kata seorang petani yang ikut berjalan kaki ke Jakarta.

Para petani yang tergabung dalam Serikat Petani Simalingkar Bersatu dan Serikat Tani Mencirim Bersatu membuat beberapa tuntutan, yaitu:

  1. Pemerintah segera menghentikan upaya PTPN 2  dan anak perusahaanya.
  2. Pembubaran PTPN 2
  3. Hak atas tanah kepada petani Simalingkar dan Mencirim
  4. Presiden harus tegas kepada Mentri Agraria dan Mentri BUMN agar tidak melihat situasi ini sebagai situasi yang biasa biasa saja.

Para petani Simalingkar dan Mencirim mengaku sudah siap lakukan apa pun untuk kembali merebut hak mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.