Masyarakat Aceh Perlu Perkuat Budaya Pageu Gampong

0
527
Ruslan Razali bersama Tgk Muhammad Yusuf Bin Abdul Wahab (Tu Sop Jeunieb) dalam Acara Raker Pengurus Pengajian Tastafi Pusat di Dayah Babussalam, Jeunieb.
Ruslan Razali bersama Tgk Muhammad Yusuf Bin Abdul Wahab (Tu Sop Jeunieb) dalam Acara Raker Pengurus Pengajian Tastafi Pusat di Dayah Babussalam, Jeunieb.

GAGASANACEH.COM – Untuk membentengi gampong dari pengaruh narkoba dan berbagai penyakit sosial, seperti pergaulan bebas, aliran sesat dan kriminalitas. Semua gampong di Aceh diharapkan dapat membentuk atau menghidupkan kembali Program Pageu Gampong (pagar kampung) sebagai upaya mengatasi berbagai pengaruh negatif masuk ke desa.

Harapan tersebut disampaikan Dosen Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah MUDI Samalanga, Ruslan Razali, M.Ed dalam Rapar Kerja Pengurus Pengajian Tastafi Pusat di Dayah Babussalam, Jeunieb, Kabupaten Bireuen, beberapa hari yang lalu.

Menurut Dosen IAI Al-Aziziyah Salamangan ini, dalam situasi era globalisasi dan modernisasi sekarang ini yang penuh panca roba. Aceh termasuk salah satu wilayah yang sangat parah di landa pengaruh negatif. Sehingga menimbulkan berbagai penyakit sosial, seperti pergaulan bebas, peredaran gelap dan pemakaian narkoba yang merajalela, aliran dan pemikiran sesat atau liberal, tindakan kriminalitas yang meningkat, dan lain sebagainya,”ujarnya

“Timbulnya berbagai pengaruh negatif ini tidak hanya terjadi di kota-kota tetapi sudah melanda sampai kekampung-kampung di seluruh Aceh, kata Ruslan yang juga Tim RPJMA Pemerintah Aceh Bidang Pendidikan, Syariah Islam, Budaya dan Pemuda.

Kata Ruslan Razali, semua pihak mulai dari sekarang bertanggung jawab untuk menjaga dan memelihara lingkungan dan masyarakat sekitar, seperti dengan membentengi gampong masing-masing dari peredaran gelap narkoba dan pemikiran sesat yang mencoba merusak masyarakat Aceh.

Menurutnya, satu hal penting yang dapat dilakukan untuk membentengi gampong dari berbagai pengaruh negatif, yaitu dengan memperkuat kembali budaya dan adat Pageu Gampong di semua desa, dan Geuchik bersama Tuha Peut dapat mengaturnya dalam sebuah Qanun Gampong.

Untuk diketahui, Qanun Gampong adalah peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh Keuchik Gampong setelah dibahas dan disepakati bersama Tuha Peut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.