Kalimantan Barat Masih Dikepung Kabu Asap Tebal

0
48

GAGASANACEH.COM, KALIMANTAN BARAT – Situasi di Provinsi Kalimantan Barat sampai hari ini (16/09/2019), masih diselimuti asap tebal. Setelah sempat selama tiga hari mulai 12-14 September 2019 Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji dengan terpaksa mengambil kebijakan melalui surat edarannya meliburkan aktifitas sekolah.

Gubernur Kalimantan Barat kembali kepada orang tua diharapkan untuk mengawasi anak-anaknya agar tidak beraktifitas diluar rumah mengingat kabut asap semakin tebal dan kondisi udara yang buruk dan tidak sehat.

Sehari sebelumnya Gubernur Kalimantan Barat, telah mengingatkan kepada seluruh pembuka lahan agar dapat menghentikan aktifitas pembakaran lahan dan beberapa perusahaan dalam sepekan terakhir sudah disegel dan dievaluasi izin perusahaan dengan mengambil tindalan tegas mencabut izin operasionalnya selama 3-5 Tahun.

Pihak pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Kepolisian Daerah Kalimantan Barat bersama dengan BPBD bersama terus memantau aktifitas pembakaran hutan dan lahan dan akan terus menindaklanjutin dengan tindakan tegas sehingga kondisi kalimantan barat akan kembali normal dan hutan akan terjaga, karena hutan Kalimantan merupakan hutan terluas ketiga didunia.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Ketapang pada hari Minggu pagi (15/09/2019) kemarin, bersama dengan Majelis Ulama Indonesia dan seluruh Ormas Islam dengan masyarakat muslim Kabupaten Ketapang melaksanakan shalat Istisqa dihalaman Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang.

Antusias masyarakat Kabupaten Ketapang sangat tinggi walau diselimuti kabut asap tebal, dengan memakai masker mereka melaksanakan shalat istisqa dengan khusyu dan khidmad mengharap pertolongan Allah agar dapat menurunkan hujan.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ketapang, Ustadz Faisal Maksum yang bertindak sebagai Imam dan Khatib mengatakan shalat Istisqa yang dilaksanakan bertujuan untuk meminta kepada Allah agar dapat menurunkan hujan supaya bencana yang disebabkan oleh tangan manusia bisa teratasi.

“Karena asap sudah terlalu kuat pekatnya, kita berharap segera diturunkan hujan,” ungkapnya saat menjadi Imam shalat Istisqa, Minggu (15/9).

Dia melanjutkan, doa merupakan senjata bagi orang mukmin. Untuk itu dia mengajak seluruh kompenen masyarakat agar bisa bersama-sama berdoa kepada Allah untuk dapat mengabulkan doa agar segera diturunkan hujan.

“Insya Allah, Allah akan mengijabah doa kita semua,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Ketapang, Suprapto mengaku kalau upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan sudah dilakukan pihaknya bersama dengan pihak terkait selama kurang lebih dua bulan. Baik melalui pemadaman lewat udara hingga darat.

Pihaknya berikhtiar dengan melakukan salat Istisqa meminta kepada Allah agar dapat segera menurunkan hujan seperti harapan seluruh masyarakat dalam upaya penanggulangan Karhutla.

“Saat ini status tanggap darurat belum kita tentukan, kita masih melakukan evaluasi dan ke depan kalau memang kondisi tidak memungkinkan dan harus ditetapkan status tanggap darurat maka kita akan segera lakukan itu,” akunya.

Dia menambahkan, pihaknya pada APBD Perubahan telah mengalokasikan dana tambahan sebesar Rp200 juta sehingga total anggaran yang sudah dialokasikan seluruhnya mencapai Rp500 juta.

“Semoga dengan dana ini cukup menanggulangi kesulitan dana yang kita alami dalam rangka operasional di lapangan,” katanya.

Wabup Suprapto mendukung langka penegak hukum termasuk Polda Kalbar dalam melakukan penyegelan perusahaan. Menurutnya, selama ini perusahaan terkesan mengabaikan kewajiban pemeliharaan wilayah bersangkutan.

“Semoga, persoalan ini dapat segera teratasi dan Kalimantan Barat terbebas dari kabut asap dan kondisi udara akan segera membaik dan kebakaran agar cepat teratasi”,harapnya.

Koresponden: Safrizal, ST

Suami dari Desi Hendri Yani, S. Pd. Guru Garis Depan Program Khusus Kemendikbud yang ditugaskan ke Kalimantan Barat Tahun 2017) E-Mail: [email protected]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.