Google Luncurkan “Bangkit” di Indonesia, Program Pelatihan “Machine Learning” untuk Anak Muda

0
35
Google meluncurkan sebuah program edukasi baru bernama
Randy Jusuf, Managing Director, Google Indonesia saat mempresentasikan program Bangkit di acara Google for Indonesia.(Kompas.com/Wahyunanda Kusuma)

GAGASANACEH.COM, JAKARTA – Google meluncurkan sebuah program edukasi baru bernama “Bangkit”. Tujuan utama pogram ini adalah menciptakan tenaga teknis dengan skill mumpuni di bidang machine learning.

“Kami membuat program yang sangat selektif untuk melatih sumber daya manusia teknologi berkelas dunia di Indonesia,” jelas Randy Jusuf, Managing Director, Google Indonesia dalam acara Google for Indonesia yang digelar di Jakarta, Rabu (20/11/2019).
Google bekerja sama dengan beberapa perusahaan startup unicorn di Indonesia, yakni Gojek, Traveloka, dan Tokopedia yang juga akan bertindak sebagai mentor pelatihan.
Untuk tahap awal, Google akan membuka kesempatan bagi 200-300 peserta yang bisa diikuti oleh anak mudia usia minimal 18 tahun di seluruh Indonesia secara gratis.
Pendaftaranya sudah dibuka mulai 20 November hingga 31 Desember 2019. Pengumuman peserta akan dilakukan bulan Januari 2020, dan proses pembelajaran online akan dimulai pada 20 januari 2020.
Peserta akan menjalani masa pelatihan intensif selama enam bulan. Di akhir pekan, mereka juga akan mengikuti workshop yang dilakukan secara offline yang tersebar di empat kota, yakni Denpasar, Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung.
Program pelatihan Bangkit periode pertama akan berakhir pada 14 Juni 2020 mendatang. Seperti dikatakan Randy, program ini sangat selektif karena tujuannya untuk meningkatkan skill developer ke level menengah ke atas.
“Matematikanya harus kuat banget, karena penting untuk belajar python (bahasa pemrograman machine learning), bahasa Inggrisnya harus lancar,” jelas Jason Tedjasukmana, Head of Corporate Communications Google Indonesia.
Jason mengatakan, tidak menutup kemungkinan jumlah peserta akan meningkat. Namun untuk program pilot, Google akan melihat dulu bagaimana animonya. Di acara yang sama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menginginkan agar Google menambah jumlah peserta.
“Coba pikirkan bagaimana program “Bangkit” ini bisa menjadi 300.000 anak. Jangan bilang impossible dulu, coba pikir lebih dulu,” pinta Nadiem.
Dengan peningkatan skill yang diterima setelah mengikuti program ini, peluang peserta untuk bekerja di perusahaan teknologi akan semakin terbuka.
Tidak hanya melamar sebagai pekerja di perusahaan teknologi, berbekal skill tersebut Jason mengatakan peserta bisa saja membuat startup-nya sendiri.
Jika Anda berminat, bisa menyimak informasi seputar program Google Bangkit secara lengkap di laman g.co/Bangkit.
Sumber: Kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.