Gerbang Tani Desak Kementerian ATR-BPN Segera Selesaikan Konflik Agraria di Sumut

0
39

GAGASANACEH.COM ~ Jakarta, Dewan Pimpinan Nasional Gerbang Tani mendesak Kementerian Agraria dan Tata Ruang-Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN) untuk segera menuntaskan persoalan agraria yang terjadi antara petani di dua desa yakni Desa Simalingkar dan Desa Sei Mencirim, Kabupaten Deliserdang dengan PTPN I. Menurut Gerbang Tani, persoalan konflik agraria ini sudah menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam pernyataannya, Ketua DPN Gerbang Tani Idham Arsyad mengatakan bahwa Jokowi sudah menerima perwakilan petani Sei Mencirim dan Simalingkar yang melaporkan konflik agraria di kedua desa tersebut. Dalam pertemuan yang berlangsung via media virtual itu, Jokowi telah memerintahkan Menteri ATR-BPN, Sofyan Djalil untuk segera menyelesaikan konflik petani dengan PTPN II.

“Presiden memerintahkan kepada Menteri ATR BPN untuk secepatnya menyelesaikan konflik petani Simalingkar dan Sei Mencirim dengan PTPN II,” ujarnya dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta, Senin (31/8/2020).

Selain itu, Idham juga menyatakan mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno yang telah memfasilitasi para petani untuk bisa bertemu dengan Presiden secara virtual.

“Kami mengapresiasi Menteri Sekretariat Negara Pratikno yang ikut serta mendampingi dan mengawal pertemuan antara perwakilan petani, Menteri ATR BPN, Kepala KSP Moeldoko dengan Presiden agar segera mendapatkan solusi yang adil demi terciptanya ketahanan pangan pada pascamusibah pandemi corona ini,” katanya.

Gerbang Tani berharap Menteri ATR-BPN segera menjalankan reforma agraria di atas tanah-tanah masyarakat yang saat ini diklaim oleh PTPN dan Perhutani di seluruh Indonesia.

Sebelumnya dikabarkan bahwa, sebanyak 150 petani yang tergabung dalam Serikat Tani Mencirim Bersatu (STMB) dan Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) melakukan aksi jalan kaki selama lebih dari 48 hari menuju Kota Jakarta. Usai menempuh jarak sepanjang 1.800 km dari Medan, para petani tiba di Jakarta pada Jumat (8/8/2020).

Aris Wiyono, Dewan Pembina SPSB mengatakan bahwa aksi jalan kaki tersebut dipilih oleh petani dalam rangka mengadukan konflik yang mereka hadapi kepada Presiden. Hal ini disebabkan berbagai upaya penyelesaian di tingkat kabupaten dan provinsi sama sekali tidak membuahkan hasil dan justru para petani yang bertahan di sana mendapatkan ancaman akan digusur oleh PTPN II.

Perwakilan petani bertemu dengan Jokowi pada Kamis (27/8/2020) lalu yang saat itu dijembatani oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Kantor Sekretariat Negara.

Saat itu, presiden mendengarkan keluhan dan paparan paparan terkait konflik yang terjadi di lapangan. Menyikapi laporan tersebut, Presiden memerintahkan kepada Menteri ATR-BPN Sofyan A. Djalil agar secepatnya dan dalam waktu yang sesingkat singkatnya segera menyelesaikan tuntutan petani Simalingkar dan Sei Mencirim tersebut,” katanya.

Sumber: sumut.inews.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.