FoSSEI Sumbagut siap Dukung Qanun Lembaga Keuangan Syari’ah di Aceh

0
77

Mahasiswa FoSSEI Sumabgut (Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam Sumatra bagian utara), Siap mendukung penuh atas dibuatnya Qanun lembaga keuangan syari’ah di Aceh, bertempat pada Munas (Musyawarah Nasional) FoSSEI ke XVII, di Universitas Yarsi Jakarta Pusat (22/09/2019).

Pada kegiatan Munas FoSSEI ke XVII tersebut dihadiri oleh 205 peserta kader FoSSEI di seluruh Indonesia, berjalan selama 4 hari lamanya yaitu pada tanggal 18/09/2019 sd 21/09/2019, hari pertama di mulai dengan Pembukaan kegiatan Munas FoSSEI yang langsung di buka oleh rektor Universitas Yarsi Prof. dr. Fasli Jalal, PhD dan dilanjutkan dengan seminar nasional yang bertema “Sinergisitas Sociopreneur dan ZISWAF dalam mengembangkan industri halal di indonesia” bertempat di Uuditorium Ar Rahman Universitas Yarsi.

Setelah selesai seminar langsung dilanjutkan ke acara Musyawarah Nasional nya, dalam tahap penyusunan presidium tetap, pembacaan lembar pertanggung jawaban para presidium Nasional FoSSEI periode 2018/2019, di hari kedua ialah kegiatannya membagikan komisi yang setiap komisinya, dan pecalonan (Capresnas) calon presidium Nasional FoSSEI periode 2019/2020, dan selanjutnya di hari ketiga dan keempat pelantikan yaitu di hari ke ketiga dan di hari ke empat Field trip yang di mana di antaranya kami mengunjungi ke salah satu bingkai utama nya indonesia ialah Monas dan Kota tua.

Dari hasil Munas tersebut melahirkan 5 presidium nasional terbaru 2019/2020 ialah kepada 1. Agus Sulaiman (STEI Sebi ), 2. Ahmad Fauzan (Universitas Brawijaya), 3. Abdul Muhib Hikam (Universitas Indonesia), 4. Boma Bromodipati (Universitas Diponegoro), 5. dan Adam Adhi Nugraha (Umiversitas Gajah Mada)

Pada tahapan berjalannya waktu tersebut kami di hari ke 3 nya mengambil suatu momen penting di mana kami berfoto dan memegang spanduk dari FoSSEI Sumbagut, yang berisi Qanun lembaga keuangan syari’ah di Aceh, di sinilah kita harapkan kepada kader kader FoSSEI yang ada di sumbagut khusus nya di Aceh, mari kita sama sama dukung dan sukseskan suatu kerja keras pemerintah dalam membuat suatu hal bertujuan niat yang baik di bidang lembaga keuangan di Aceh.

Dan di harapkan kepada kader FoSSEI siap mendukung secara tidak langsung walaupun itu hal hal kecil seperti dalam hal pembuatan ATM Syari’ah dan juga bagi yang sudah ada memakai atm konven mungkin kita bisa sebagai kader kader FoSSEI beralih kepada sistim ATM bank syari’ah.

Koordinator komisariat Aceh FoSSEI Sumabgut mengatakan “Aceh adalah suatu contoh yaitu di mana menjadikan kiblat utama indonesia dalam hal permasalahan menegakkan syariat Islam yang kaffah dan Semoga harapannya peraturan tersebut tidak hanya berlaku di wilayah aceh saja tetapi harapan terbesar nya ialah semoga para kader kader FoSSEI siap mengajukan untuk di buat nya Undang Undang tentang lembaga keuangan syari’ah di Indonesia.”

Selanjutnya belakangan ini beberapa bank dan unit usaha syariah telah bersiap dan memiliki perhitungannya potensi pertambahan aset pasca berlaku nya Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) di provinsi Aceh. Kami dari mahasiswa yang tergabung dalam Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam Regional Sumatra bagian utara (FoSSEI Sumbagut) siap mendukung Qanun Lembaga Keuangan Syariah yang telah di sahkan pada tahun 2018 di provinsi Aceh. Mari masyarakat Aceh sama-sama kita turut aktiv terhadap Qanun lembaga keuangan syari’ah (LKS) demi kemaslahatan umat dan demi ajarannya ekonomi Rasulullah yang lebih baik.

Semoga yang kita harap kedepan nya lembaga keuangan syariah di aceh ialah benar benar selalu dalam prinsip nya dalam menegakkan perekonomian Rasulullah SAW.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.