BerandaNewsDPN Gerbang Tani Tolak Rencana Impor Beras

DPN Gerbang Tani Tolak Rencana Impor Beras

- Advertisement -

GAGASANACEH.COM ~ Jakarta, DPN Gerbang Tani menyatakan menolak rencana pemerintah yang akan melakukan import beras sebesar 1-1,5 juta ton.

“Import beras sebesar 1-1,5 juta ton sebagaimana disampaikan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sangat disayangkan dan harus kita tolak,” kata Ketua DPN Gerbang Tani, Idham Arsyad

Menurut Idham, rencana ini telah menyebabkan anjloknya harga jual gabah kering panen (GKP) di kalangan petani. Sehingga hasil panen yang dinikmati petani tidak sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan.

Dia menambahkan bahwa rencana impor beras ini juga tidak tepat dari sisi waktu, karena berbarengan dengan musim panen para petani.

“Karena awal Maret hingga Mei, petani di sejumlah daerah memasuki masa panen raya. Mereka adalah petani di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Papua, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, serta Kalimatan Selatan,” sebut Idham.

“Meskipun impor beras masih dalam tahap rencana,” lanjut Idham, “tapi hal itu sudah mempengaruhi harga jual gabah kering panen petani.”

Menurutnya kondisi ini akan dimanfaatkan oleh tengkulak untuk “memainkan harga” sehingga merugikan petani.

“Selain itu, alasan iron stock baik untuk cadangan yang disampaikan pemerintah juga layak dikaji kembali. Sebab alasan ini telah menyebabkan kerugian yang dialami jutaan patani di Indonesia dan berlawanan dengan data yang dikeluarkan oleh BPS. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statsistik mencatatkan terjadinya peningkatan produksi panen padi dari tahun 2019 yang mencapai  54.604.033,34 ton  menjadi 54.649.202,24 ton pada tahun 2020. Ada peningkatan mencapai 45.000 ton. Pada kuartal I tahun ini, BPS juga memperkirakan produksi beras akan meningkat 26%,” jelasnya.

Atas dasar itu, Dewan Pengurus Nasional (DPN) Gerbang Tani menyerukan agar pemerintah membatalkan rencana impor beras 1-1,5 juta ton serta nenuntut kepada Bulog untuk mendahulukan penyerapan gabah kering panen dari petani dengan harga yang layak.

Dalam seruannya, Gerbang Tani juga meminta pemerintah untuk meningkatkan alokasi anggaran sektor pertanian untuk menjaga stok  beras dan pangan lainnya.

 

- Advertisement -
- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -

Related News

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.