Gerbang Tani Prihatin, Petani Aceh Termiskin di Sumatera

0
227
Faisal Ridha, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Gerbang Tani Aceh

GAGASANACEH.COM – Pengurus Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan (Gerbang Tani) Provinsi Aceh mengungkapkan keprihatiannya terhadap kondisi para petani di Serambi Mekkah.

“Berdasarkan laporan BPS per September 2017, pendapatan petani Aceh berada pada urutan pertama terburuk di Sumatera dan urutan ke empat terburuk di tingkat Nasional,” tulis Ketua DPW Gerbang Tani Aceh, Faisal Ridha dan Sekretarisnya, Muhammad Daud, seperti dikutip gagasanaceh.com dari serambinews.com, Sabtu (11/11/2017).

Faisal Ridha menjelaskan, Nilai Tukar Petani (NTP) adalah salah satu indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani atau kemampuan daya beli petani.

NTP menunjukkan nilai tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi petani.

Semakin tinggi NTP maka semakin kuat pula tingkat kemampuan beli petani. Berdasarkan data BPS per September 2017, kata Faisal, Nilai Tukar Petani Aceh hanya mencapai pada angka 94.18.

Sementara NTP tertinggi di Sumatera dinikmati oleh Petani Provinsi Lampung dengan angka mencapai 105,97. “Data ini menjelaskan kepada kita, bahwa petani Aceh masih katagori termiskin pertama dari 10 Provinsi di Sumatera,” kata dia.

Seharusnya, lanjut Faisal Ridha, NTP harus mencapai pada angka di atas 100, sehingga biaya yang dikeluarkan harus lebih kecil dengan biaya yang terima petani.

Jika NTP masih di bawah angka 100, ini artinya petani Aceh masih rugi alias masih jauh dari kesejahteraan. “Kondisi ini sangat memprihatinkan dan sangat riskan terhadap kehidupan masa depan petani Aceh dan juga masyarakat Aceh,” ujarnya.

Pahadal, tambahnya, kebutuhan sehari-hari masyarakat Aceh bersumber dari hasil kerja keras petani, seperti beras, jagung, gula, kopi, teh, sayur dan lain-lain.

“Pemerintah harus berterima kasih kepada petani yang telah memberi makan seluruh rakyat Aceh. Rasa terima kasih ini bisa diwujudkan dengan lebih serius lagi menyelesaikan persolan-persoalan yang dihadapi petani, mulai dari persoalan tanah, air, benih, dan lain-lain,” ujarnya.

Karena itu, DPW Gerbang Tani Aceh mendesak pemerintahan Irwandi-Nova berpihak secara tegas dan memberikan prioritas utama terhadap kesejahteraan petani Aceh.

“Mulai tahun anggaran 2018 mendatang pemerintahannya harus berani mengalokasikan anggaran yang lebih besar ke sektor pertanian, minimal seimbang dengan alokasi dana pendidikan,” kata Faisal Ridha.

“Keberpihakan anggaran mencerminkan keseriusan pemerintahannya dalam membenah sektor pertanian.  Hanya dengan keberpihakan anggaran daya beli akan lebih kuat dan kesejahteraan petani akan meningkat,” tambah Sekretaris DPW Gerbang Tani Aceh, Muhammad Daud.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.