Gerbang Tani Aceh Minta Plt Gubernur Evaluasi Kinerja Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh

0
888
Faisal Ridha, S.Ag, MM Mantan AKtivis SIRA Referendum Aceh

Menyikapi tindakan penahanan terhadap Keuchik Meunasah Rayek, Kecamatan Nisam, Aceh Utara, oleh pihak kepolisian terkait dugaan komersialisasi benih IF8 yang dianggap melanggar hukum, Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan (Gerbang Tani) Aceh meminta Pemerintah agar dapat bersikap bijak dalam menyikapi kasus yang melibatkan Munirwan.

Ketua Gerbang Tani Aceh, Faisal Ridha, S. Ag., MM mengatakan, seharusnya pemerintah mencari, melindungi, menfasilitasi, mendampingi dan bahkan memotivasi petani-petani kreatif seperti Geuchiek Munirwan, bukan justru melakukan upaya “kriminalisasi” dengan menjobloskan yang bersangkutan ke dalam penjara.

Seperti diketahui, kata Faisal bahwa menemukan tokoh inovatif, khususnya di kalangan petani tentunya tidak mudah, tapi butuh perjuangan panjang. Dengan demikian, sikap Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan yang melaporkan tokoh inovatif seperti Munirwan kepada pihak kepolisian dapat dianggap sebagai upaya menenggelamkan kreativitas masyarakat. Hal ini dipastikan akan berdampak pada matinya kreativitas dan inovasi dalam berbagai sektor di Aceh.

Faisal menyatakan Pemerintah Aceh, dalam hal ini Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh harus bertanggung jawab terhadap matinya kreativitas masyarakat petani, nelayan dan juga masyarakat profesi lainnya. Menurut Faisal, aksi penahanan terhadap penangkar benih ini tidak hanya berdampak kepada Munirwan secara personal akan tetapi dapat menjadi serangan “teror” bagi penangkar benih lainnya dan bahkan dapat menghentikan kreativitas masyarakat Aceh secara menyeluruh.

Selanjutnya Faisal juga meminta Pemerintah Pusat agar segera menciptakan kondisi hukum sehingga memungkinkan bagi setiap anak bangsa untuk melakukan kreativitas di berbagai sektor terutama sekali di sektor pertanian termasuk terlindunginya petani panangkar benih.

“Hal ini sangat mendesak dilakukan dalam rangka menghindari kesewenang-wenangan elit lokal terhadap petani kecil,” sebut Faisal.

Faisal menambahkan bahwa peristiwa Penahanan Tokoh Inovatif semisal Munirwan adalah tindakan memalukan dan mencederai dunia kreativitas. Seharusnya pemerintah Aceh merangsang setiap anak bangsa terutama petani dan nelayan untuk menemukan hal-hal baru yang dapat meningkatkan produktivitas sehingga Aceh bisa muncul sebagai salah satu provinsi swasembada pangan Nasional, bukan justru menenggelamkan kreativitas dengan regulasi yang tidak berpihak pada petani.

Untuk menindaklanjuti kasus yang menimpa Munirwan, Faisal juga mendesak Plt Gubernur Aceh untuk melakukan evaluasi dan jika perlu tindakan tegas kepada Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, karena aksi “gegabahnya” telah berakibat pada Penahanan Geuchiek Munirwan yang merupakan Tokoh Inovatif yang pernah mendapat Juara 2 tingkat Nasional pada program Inovasi Desa tahun 2018 dan langsung mendapat penghargaan dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

“Kreativitas Munirwan seharusnya diapresiasi oleh Pemerintah Aceh, bukan justru “dikriminalisasi,” imbuh Faisal yang juga politisi dari PKB.

Selanjutnya Faisal mendesak Bupati Aceh Utara agar segera melakukan evaluasi serius terhadap Dinas Pertanian Aceh Utara atas kebijakan kontra produktif yang melaporkan petani kreatif kepada Dinas Pertanian Provinsi yg berakibat pada pembunuhan semangat kreatifitas warga Aceh Utara, seharusnya dilindungi, dimotivasi dan difasilitasi serta dibela karena Geuchiek Munirwan adalah aset paling berharga untuk dunia pertanian.

Terakhir, mantan aktivis SIRA ini juga berharap kepada Kapolda Aceh agar segera membebaskan tanpa syarat Geuchiek Munirwan dengan pertimbangan yang bersangkutan merupakan salah satu tokoh berprestasi yang telah mengharumkan nama Aceh di tingkat Nasional.

“Tindakan Munirwan tidak merugikan petani dan malah mampu meningkatkan produktifitas petani,” tutup Faisal. (km).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.