Aceh Bertani Community Sesalkan Sikap Dinas Pertanian Aceh

0
601
Mujibul Ikhsan, Ketua Aceh Bertani Community

Ketua Aceh Bertani Community, Mujibul Ikhsan, sangat menyesalkan peristiwa yang menimpa Keuchik Gampong Meunasah Rayek Aceh Utara, Tgk Munirwan yang tersandung kasus hukum terkait penjualan benih.

Seperti diketahui, Munirwan adalah salah seorang Keuchik yang telah membawa harum nama Aceh melalui Program Inovasi Desa yang berhasil memperoleh Juara Desa terbaik dua tingkat Nasional tahun 2018 yang masuk dalam kategori Penguatan Pembangunan dan Pemberdayaan masyarakat. Pada waktu itu hadiah diserahkan secara langsung oleh Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo di Hotel Sultan Jakarta Pusat pada Kamis 29 November 2018 lalu.

“Kami heran, apa sih sebenarnya yang sedang berlaku di Aceh ini, seakan-akan petani tidak boleh berkembang dan terus merasa tertindas. Mulai dari benih padi yang dibagikan kurang bagus, pupuk yang kurang di pasaran sampai pada tingkat panen harga terus anjlok,” tulis Ikhsan dalam Siaran Pers yang dikirim ke gagasanaceh.com malam ini (24/7).

“Kami mempertanyakan sejauh mana peran pemerintah (dinas terkait) yang sampai saat ini belum ada penyelesaian dan terus menerus hal yang sama terjadi setiap tahunnya. Belum lagi kasus yang menimpa Tgk. Munirwan yang salah satu kawan dekat kami yang saat ini sedang tertimpa musibah. Menurut kami insiden ini terkesan sebagai upaya pembunuhan karakter bagi petani yang lain dan juga bagi gampong-gampong yang baru akan mengembangkan desanya dalam meraih PAD melalui pengembangan BUMG. Padahal sudah jelas-jelas belum ada petani yang dirugikan dengan pengembangan benih padi IF8 tersebut, malah petani yang sudah tanam benih tersebut meraih untung dengan lahan tadah hujan dan perawatan yang mudah dan bisa berproduksi tinggi sampai 11,8 Ton per Hektar,” lanjut Ikhsan.

Menurut Ikhsan, jika memang Tgk. Munirwan dianggap salah, seharusnya dinas pertanian memberikan bimbingan kepada beliau dan juga para petani pengembang Padi IF8 sedari awal, bukan dengan menjebloskannya kedalam penjara seperti sekarang ini.

“Kami dari Aceh Bertani Community berharap Dinas Pertanian Aceh dapat mempertimbangkan kembali hal ini serta mencabut tuntutannya, Kepada Pemerintah Aceh juga Kami meminta agar segera mengambil tindakan dalam hal penyelesaian masalah tersebut dan juga kepada DPRA kami berharap dapat terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Aceh yang umumnya petani, jangan sampai masalah ini terus berulang tahun depan dan seterusnya karena ini sangat berpotensi memicu kemarahan petani. Kami juga meminta kepada Plt Gubernur Aceh untuk mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Pertanian Aceh,” sambung Ikhsan.

Ikhsan juga berharap masalah ini dapat segera selesai dan Tgk. Munirwan dapat kembali beraktivitas seperti biasanya karena masyarakat Gampong Meunasah Rayeuk masih sangat membutuhkan beliau sebagai pemimpin di Gampong yang sedang berkembang saat ini. (km).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.